PTMB Balikpapan Paparkan Upaya Mengatasi Krisis Air dan Tantangan Perubahan Iklim

BALIKPAPAN – Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Yudhi, memaparkan berbagai upaya yang dilakukan perusahaan dalam menghadapi tantangan krisis air dan dampak perubahan iklim di Kota Balikpapan, Selasa (3/3/2026).
Dalam penjelasannya, Yudhi menegaskan bahwa penyediaan air bersih tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, provinsi hingga pemerintah pusat. Menurutnya, pengelolaan sumber daya air memiliki kewenangan yang berbeda-beda tergantung wilayah dan cakupan proyeknya.
“Untuk kebutuhan air di Balikpapan, kebijakan tidak bisa diambil sepihak. Jika lintas kabupaten atau kota, kewenangannya berada di pemerintah provinsi. Sedangkan proyek yang masuk dalam kategori strategis nasional menjadi kewenangan pemerintah pusat,” ujarnya.
Sejak awal menjabat, Yudhi mengaku langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk pemerintah provinsi serta kementerian terkait. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mendorong pembentukan standar regional dalam pengelolaan air serta percepatan sejumlah proyek penyediaan air baku.
Ia juga mengungkapkan adanya rencana kerja sama melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk pengambilan air baku. Namun, PTMB harus berhati-hati dalam mengambil keputusan karena biaya yang ditawarkan dinilai cukup tinggi.
Menurut perhitungan PTMB, harga air baku yang ditawarkan mencapai sekitar Rp9.150 per meter kubik, sementara perusahaan hanya mampu membeli pada kisaran Rp7.000 agar tetap menjaga kesehatan keuangan perusahaan.
Yudhi menambahkan, kebutuhan pembangunan infrastruktur distribusi air diperkirakan mencapai Rp4,1 triliun. Ia berharap pemerintah pusat dan daerah dapat bersinergi agar proyek penyediaan air regional dapat segera terealisasi demi memenuhi kebutuhan air masyarakat Balikpapan di masa mendatang.

Related posts