BEI Dorong UMKM dan Perusahaan Kaltim Manfaatkan Pasar Modal untuk Ekspansi

‎BALIKPAPAN, 6 Juni 2026 – Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Ferdinan Sihombing, mendorong pelaku usaha di daerah untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan guna memperluas usaha.
‎Hal itu disampaikannya dalam acara Ngobrol UMKM yang digelar di Aula Pemerintah Kota Balikpapan, Sabtu (6/6/2026). Menurut Ferdinan, perusahaan dapat memperoleh dana untuk ekspansi dengan menjual sebagian kepemilikan perusahaan kepada publik melalui mekanisme penawaran saham di Bursa Efek Indonesia.
‎“Saat ini terdapat sekitar 956 perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan-perusahaan tersebut menjual sebagian sahamnya kepada masyarakat untuk mendapatkan dana yang digunakan dalam pengembangan dan ekspansi usaha,” ujarnya.
<span;>‎Ferdinan mencontohkan sejumlah perusahaan asal Kalimantan Timur yang sahamnya sudah dapat dibeli masyarakat karena telah tercatat di bursa. Di antaranya adalah Balikpapan Super Blok (PT Wulandari bangun Laksana Tbk dengan kode saham BSBK.

‎Ia juga menyampaikan harapannya agar semakin banyak perusahaan daerah yang melantai di bursa, termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dalam forum bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), salah satu aspirasi jangka panjang yang dibahas adalah peluang Bank Kaltimtara untuk menjadi perusahaan terbuka atau Tbk sehingga masyarakat dapat berinvestasi melalui kepemilikan saham bank tersebut.

Menurut Ferdinan, perusahaan yang ingin menjadi Tbk tidak selalu membutuhkan modal sangat besar. Bahkan, terdapat skema pencatatan saham bagi perusahaan dengan kebutuhan pendanaan di bawah Rp50 miliar.

‎Ia menegaskan bahwa seluruh perusahaan yang telah tercatat di bursa berada di bawah pengawasan OJK sehingga memberikan perlindungan bagi investor. Bagi masyarakat yang ingin belajar berinvestasi, BEI juga menyediakan fasilitas simulasi perdagangan saham menggunakan dana virtual melalui platform demo di situs IDX, sehingga calon investor dapat berlatih mengenal pergerakan harga saham tanpa menggunakan uang riil.

Related posts