Tiar Nabilla Ajak UMKM Balikpapan Naik Kelas Lewat Ekonomi Hijau

BALIKPAPAN – Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Balikpapan mulai mengadopsi prinsip ekonomi hijau.

Upaya tersebut merupakan bagian dari strategi meningkatkan daya saing usaha di tengah tuntutan pasar yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.
Ajakan tersebut disampaikan Tiar dalam dialog bersama pelaku UMKM yang digelar di Aula Pemerintah Kota Balikpapan, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan itu diikuti puluhan pelaku usaha, komunitas, serta generasi muda dan membahas berbagai persoalan yang dihadapi UMKM, mulai dari akses pasar, digitalisasi, sertifikasi usaha hingga implementasi ekonomi hijau.
Menurut Tiar, tantangan utama yang dihadapi UMKM saat ini tidak hanya berkaitan dengan akses permodalan, tetapi juga pendampingan usaha yang berkelanjutan.
“Selama ini banyak UMKM yang merasa kebutuhan utamanya adalah modal. Padahal, yang sering kali lebih dibutuhkan adalah akses pasar, strategi bisnis yang tepat, pemanfaatan teknologi, serta pendampingan yang berkelanjutan. Jika pasar tersedia dan usaha dikelola dengan baik, maka UMKM akan lebih mudah berkembang,” ujarnya.
Ia menilai ekonomi hijau dapat menjadi peluang baru bagi UMKM untuk meningkatkan nilai tambah produk.
Praktik usaha yang memperhatikan aspek lingkungan dinilai semakin menjadi pertimbangan konsumen maupun investor, baik di pasar domestik maupun internasional.
Meski demikian, Tiar mengakui penerapan ekonomi hijau di tingkat UMKM masih menghadapi sejumlah kendala.
Di antaranya biaya implementasi yang relatif tinggi serta belum kuatnya permintaan pasar terhadap produk yang menerapkan prinsip keberlanjutan.
Menurutnya, transisi menuju ekonomi hijau memerlukan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha hingga pemangku kepentingan lainnya melalui regulasi, akses teknologi dan perluasan pasar.
Dalam dialog tersebut, sejumlah pelaku UMKM juga menyampaikan aspirasi terkait kebijakan sertifikasi halal dan kewajiban pelaporan melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang dinilai masih menjadi tantangan bagi usaha mikro.
Tiar mengatakan berbagai masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar kebijakan pemerintah tetap mampu mendorong pertumbuhan UMKM tanpa menambah beban administrasi yang berlebihan.
Selain mendorong ekonomi hijau, Tiar juga mengajak pelaku usaha memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional usaha.
Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan dalam berbagai aspek, seperti penyusunan laporan keuangan, pembuatan materi pemasaran, pengembangan situs web hingga memperluas jangkauan pasar.
“Peluang pemanfaatan AI bagi UMKM sangat besar. Teknologi hari ini memungkinkan pelaku usaha mengerjakan banyak hal dengan lebih cepat dan efisien. Karena itu, peningkatan literasi digital dan pelatihan AI perlu terus diperluas agar UMKM Indonesia tidak tertinggal,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Tiar juga memperkenalkan penggunaan microsite UMKM yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk menampilkan katalog produk, lokasi usaha, dan informasi kontak secara digital.
Kegiatan tersebut turut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Pemerintah Kota Balikpapan, Otorita Ibu Kota Nusantara, perbankan daerah, serta pelaku industri pasar modal

Related posts