Siapkan 14 Mobil Tangki, PTMB Antisipasi Gangguan Air di Dataran Tinggi

BALIKPAPAN — PTMB menambah armada mobil tangki sebagai langkah antisipasi jika musim kering menyebabkan gangguan pasokan air melalui jaringan perpipaan. Dua unit tangki baru dijadwalkan tiba pada September 2026, melengkapi armada yang selama ini digunakan untuk membantu distribusi air kepada masyarakat.

 

Direktur Utama PTMB Yudhi mengatakan, penguatan armada menjadi bagian dari skenario darurat yang telah disiapkan perusahaan. Mobil tangki akan dikerahkan apabila pasokan air melalui jaringan perpipaan mengalami kekurangan, termasuk untuk membantu kawasan dataran tinggi.

 

“Selama ini kita punya 12. Kita lagi tambah. Kita minta pinjam di DLH, kita pinjam di Damkar. Bulan September juga ada dua tangki baru yang saya datangkan,” ujar Yudhi saat diwawancarai di Pemkot Balikpapan, Selasa (18/8/2026).

 

Penambahan armada tersebut dilakukan seiring kondisi Waduk Manggar yang mulai mengalami penurunan akibat minimnya hujan. Dalam sekitar dua minggu terakhir, wilayah Balikpapan tidak diguyur hujan sehingga level air waduk kini berada di sekitar 9,5 meter.

 

Meski demikian, Yudhi memastikan kondisi pasokan masih aman. PTMB hingga saat ini masih mengambil air sekitar 1.000-an liter per detik dari Waduk Manggar.

 

“Waduk memang mengalami penurunan debit, tapi sampai Agustus ini kita masih mengambil air sekitar 1.000-an liter per detik,” katanya.

 

PTMB, menurut dia, terus melakukan pemantauan terhadap kondisi waduk. Ketinggian air normal dapat mencapai sekitar 12 meter, sementara saat ini berada di kisaran 9,5 meter.

 

Kondisi tersebut belum masuk kategori kritis. PTMB masih dapat melakukan pengambilan air, bahkan masih memiliki ruang sebelum mencapai batas penyimpanan mati atau dead storage.

 

Yudhi mengatakan pengalaman sebelumnya menunjukkan kondisi kritis dapat terjadi ketika air berada di kisaran 5 hingga 6 meter. Namun, kapasitas Waduk Manggar saat ini dinilai lebih baik karena telah dilakukan pengerukan.

 

Walau begitu, PTMB tidak ingin hanya mengandalkan Waduk Manggar. Apabila musim kering berlangsung lebih lama, distribusi air melalui perpipaan berpotensi mengalami penyesuaian.

 

Berdasarkan pola yang telah disusun bersama BWS, pengambilan air selama Agustus masih dapat berada di sekitar 1.000 liter per detik. Jika hujan tidak turun hingga Desember, pengambilan air diperkirakan hanya dapat dipertahankan sekitar 75 persen dari kapasitas normal yang selama ini mencapai 1.150 liter per detik.

 

Dalam kondisi seperti itu, mobil tangki akan menjadi salah satu solusi untuk menjangkau masyarakat yang mengalami kekurangan pasokan.

 

“Jadi mudah-mudahan nanti bisa standby terus. Apabila benar-benar kita mengalami kekurangan melalui perpipaan, langsung kita antar melalui tangki,” ujar Yudhi.

 

PTMB juga meminta masyarakat dan pemerintah di tingkat wilayah untuk membangun komunikasi lebih intensif apabila terjadi gangguan pasokan. Informasi mengenai kawasan yang terdampak dibutuhkan agar mobil tangki dapat segera diarahkan ke lokasi yang membutuhkan.

 

“Masyarakat minta tolong nanti kita berhubungan lebih intens lagi mengenai daerah-daerah mana yang terdampak supaya kita bisa langsung mengalirkan air melalui mobil tangki,” katanya.

 

Yudhi memastikan kawasan dataran tinggi juga masuk dalam skenario penanganan. Selama ini, daerah dengan elevasi lebih tinggi menjadi salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian khusus ketika tekanan air dalam jaringan mengalami penurunan.

 

“Dataran tinggi termasuk. Nanti akan kita lakukan rekayasa,” ujarnya.

 

Selain mengandalkan mobil tangki, PTMB juga menyiapkan alternatif sumber air lain. Perusahaan telah menambah hampir 10 sumur pada 2025 yang tersebar di Balikpapan Timur, Balikpapan Utara, dan Kampung Damai.

 

PTMB juga tengah mempersiapkan pemanfaatan sumur masyarakat di Kampung Baru. Salah satu sumber tersebut diperkirakan mampu menyumbang sekitar 20 liter per detik untuk membantu masyarakat di kawasan setempat.

 

Alternatif lain yang tengah dikejar adalah pemanfaatan Embung Wain. PTMB telah menggelar pembahasan dengan pihak Kehutanan agar sumber air tersebut dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.

 

Rencananya, air dari Embung Wain dapat diolah menggunakan IPA Mobile sebelum didistribusikan.

 

Dengan penambahan sumber air, penguatan mobil tangki, serta rekayasa distribusi untuk wilayah tertentu, PTMB berharap dapat menghadapi kemungkinan musim kering tanpa menimbulkan gangguan besar bagi masyarakat.

 

“Kita pengalaman tahun 2024, mudah-mudahan tahun 2026 ini bisa kita lewati dengan aman,” kata Yudhi.

Related posts