PTMB Siapkan Embung Wain dan Sumur Baru Antisipasi Kekeringan Balikpapan

 

BALIKPAPAN — PTMB mulai menyiapkan sejumlah sumber air alternatif untuk menghadapi kemungkinan musim kering berkepanjangan di Balikpapan. Embung Wain, tambahan sumur, hingga pemanfaatan sumur masyarakat di Kampung Baru disiapkan sebagai cadangan untuk menjaga pasokan air bersih.

 

Direktur Utama PTMB Yudhi mengatakan, langkah tersebut dilakukan di tengah mulai menurunnya debit air Waduk Manggar. Selama sekitar dua minggu terakhir, hujan tidak turun sehingga ketinggian air waduk kini berada di sekitar 9,5 meter.

 

Meski kondisi waduk masih aman, PTMB memilih tidak menunggu sampai pasokan air memasuki kondisi kritis. Berbagai alternatif sumber air kini dipersiapkan agar dapat segera digunakan apabila debit air waduk terus mengalami penurunan.

 

“Sudah dua minggu ini tidak ada hujan. Kami memantau terus, waduk memang mengalami penurunan debit. Tapi sampai Agustus ini kita masih mengambil air sekitar 1.000-an liter per detik,” ujar Yudhi saat ditemui di Pemkot Balikpapan, Selasa (18/8/2026).

 

Salah satu sumber air yang tengah dipersiapkan adalah Embung Wain. PTMB telah membicarakan rencana pemanfaatan embung tersebut bersama pihak Kehutanan.

 

Menurut Yudhi, PTMB berharap pengelolaan sumber air tersebut dapat segera direalisasikan sehingga mulai bulan depan bisa membantu kebutuhan air bersih masyarakat.

 

“Mudah-mudahan bulan depan kita sudah ada alternatif lain berupa Bendali atau Embung Wain. Kemarin kami sudah rapat sama Kehutanan supaya segera bisa kita kelola dan kemudian kita alihkan ke masyarakat,” katanya.

 

Pemanfaatan Embung Wain nantinya juga direncanakan menggunakan Instalasi Pengolahan Air atau IPA Mobile. Dengan sistem tersebut, air dari embung dapat diolah terlebih dahulu sebelum didistribusikan untuk membantu masyarakat.

 

Selain Embung Wain, PTMB juga memperkuat sumber air bawah tanah. Sepanjang 2025, perusahaan telah menambah hampir 10 titik sumur yang tersebar di sejumlah wilayah Balikpapan.

 

Titik-titik sumur tersebut tidak hanya berada di satu kawasan. Sebagiannya tersebar di wilayah Balikpapan Timur, Balikpapan Utara, hingga Kampung Damai.

 

“Yang 10 sumur itu terbagi. Ada di Timur, ada di Utara, kemudian ada juga di Kampung Damai,” ungkap Yudhi.

 

PTMB juga melihat potensi pemanfaatan sumur masyarakat di Kampung Baru. Salah satu sumber yang tengah dipersiapkan diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 20 liter air per detik.

 

Pasokan dari sumur tersebut nantinya akan difokuskan untuk membantu kebutuhan masyarakat di kawasan sekitarnya. Yudhi mengatakan lokasi sumber air itu berada di kawasan Kampung Baru, termasuk di sekitar depan pelabuhan.

 

“Kita kemarin juga kunjungan ke salah satu sumur di Kampung Baru. Itu sebagai salah satu alternatif untuk membantu masyarakat sekitar sana,” katanya.

 

Menurut Yudhi, langkah penambahan dan pemanfaatan sumber air alternatif menjadi bagian penting dalam menghadapi ketergantungan terhadap Waduk Manggar. Saat musim kering berlangsung panjang, kapasitas air waduk berpotensi terus berkurang sehingga diperlukan sumber pasokan lain.

 

Saat ini, Waduk Manggar masih memasok sekitar 1.000-an liter per detik. Namun, PTMB telah menyiapkan perhitungan apabila hujan tidak turun hingga beberapa bulan mendatang.

 

Dalam kondisi normal, pengambilan air bisa mencapai sekitar 1.150 liter per detik. Jika musim kering berlangsung hingga Desember, pengambilan air kemungkinan perlu disesuaikan hingga sekitar 75 persen dari kapasitas normal.

 

Karena itu, keberadaan sumber alternatif dinilai penting untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat. PTMB berharap Embung Wain, tambahan sumur, serta sumber air masyarakat yang dapat dimanfaatkan mampu memperkuat cadangan pasokan.

 

“InsyaAllah bulan depan alternatif-alternatif sumber air lain sudah bisa kita manfaatkan,” ujar Yudhi.

 

Ia berharap kondisi kekeringan pada 2026 dapat dilewati dengan lebih baik dibanding pengalaman sebelumnya. PTMB akan terus memantau kondisi Waduk Manggar sembari mempercepat kesiapan sumber air cadangan.

 

Dengan strategi tersebut, perusahaan berharap gangguan distribusi air dapat diminimalkan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan dengan tingkat kerawanan pasokan lebih tinggi.

Related posts