BALIKPAPAN – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mulai melakukan pembatasan layanan air bersih di dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) akibat menurunnya ketersediaan air baku. Kondisi tersebut disampaikan Direktur Operasional PTMB, Ir. Ali Rachman AS, S.T., M.T., di Kantor Wali Kota Balikpapan, Senin (7/9/2026).
Ali mengatakan, kapasitas produksi di salah satu IPA yang sebelumnya mencapai sekitar 220 liter per detik kini turun menjadi 100 hingga 110 liter per detik. Sementara itu, IPA Kilometer 12 yang biasanya mampu menghasilkan sekitar 80 hingga 100 liter per detik saat ini mengalami penghentian produksi atau mati total.
“Untuk pelayanan di dua IPA tersebut, mohon maaf kami tidak bisa melayani maksimal 24 jam. Namun masyarakat tetap mendapatkan air, kemungkinan di bawah 12 jam,” ujar Ali.
Menurutnya, operasional IPA Kilometer 12 diperkirakan kembali berjalan pada sore atau malam hari. Sedangkan pelayanan dari IPA lainnya masih berlangsung normal. Gangguan kecil, seperti kebocoran, akan segera ditangani petugas.
PTMB juga terus melakukan mitigasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober. Berdasarkan rapat bersama BMKG pada Jumat lalu, kondisi kemarau diprediksi masih terjadi pada September hingga Oktober.
Sebagai solusi jangka pendek, PTMB memperkuat distribusi air melalui truk tangki. Sebanyak 17 unit truk tangki disiapkan dan dibagi ke tiga titik pelayanan. Setiap truk memiliki kapasitas 5.000 liter atau 5 meter kubik dan dapat melakukan hingga lima kali pengantaran dalam sehari, bergantung pada jarak dan akses lokasi.
Untuk pelanggan, tarif satu tangki berdasarkan Perwali 2014 sebesar Rp50.000. Sementara biaya operasional pengiriman mencapai Rp250.000, sehingga PTMB memberikan subsidi Rp200.000 per tangki sebagai bentuk tanggung jawab memenuhi kebutuhan air masyarakat Balikpapan.






