Tasbih JKN di Balikpapan: BPJS Kesehatan Gandeng Tokoh Agama Perkuat Kesadaran Jaminan Kesehatan

Balikpapan — BPJS Kesehatan terus memperkuat strategi sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan menggandeng tokoh agama melalui kegiatan

“Transformasi Awareness Bersama Insan Dakwah JKN” (Tasbih JKN) yang digelar di Balikpapan, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan kesehatan berbasis gotong royong.

Balikpapan dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena posisinya yang strategis sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Negara (IKN).

Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan nasional di empat wilayah prioritas, yakni Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Kalimantan Timur, melalui sinergi antara MUI Pusat hingga daerah.

Direktur Bidang Manajemen Mutu Layanan BPJS Kesehatan, C. Falah Rakhmatiana, menegaskan bahwa Tasbih JKN bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan ruang kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan para dai untuk menyampaikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

 

Menurutnya, risiko sakit tidak dapat diprediksi, sehingga kehadiran JKN menjadi solusi perlindungan finansial yang penting.

Ia menyebut, biaya rawat inap tiga hari bisa mencapai Rp6 juta, sementara konsultasi dokter umum sekitar Rp200 ribu per kunjungan. Tanpa jaminan kesehatan, biaya tersebut dapat menjadi beban berat.

Ketua Dewan Penasihat Syariah BPJS Kesehatan, KH Bukhori Muslim, juga menegaskan bahwa JKN telah sesuai prinsip syariah berdasarkan fatwa MUI tahun 2017.

Melalui peran aktif tokoh agama, BPJS Kesehatan berharap pemahaman masyarakat semakin kuat, sehingga semakin banyak warga menyadari pentingnya kepesertaan JKN aktif.

Related posts