Brazil — Atta Halilintar menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tinggi atas perjuangan Tim Indonesia pada ajang World Cup Kings Nation 7s 2026, meski langkah Merah Putih harus terhenti di fase grup. Melalui unggahan di media sosial, Atta menegaskan debut Indonesia di turnamen internasional tersebut tetap membanggakan dengan catatan tiga pertandingan, dua kemenangan, dan satu kekalahan.
Atta menjelaskan, di fase grup terdapat tiga tim dengan perolehan poin yang sama. Tim Indonesia tidak tersingkir karena selisih gol, melainkan harus ditentukan melalui mekanisme three-teams tiebreaker shoot-out. Situasi tersebut, menurut Atta, menyisakan sejumlah catatan, termasuk gol Indonesia yang tidak disahkan dan masih dipertanyakan.
“Bukan hasil yang kami impikan, namun semangat juang tim ini luar biasa. Kami berjuang sampai detik terakhir dengan hati dan harga diri,” tulis Atta. Ia juga menyampaikan kebanggaannya terhadap para pemain, pelatih, dan manajemen yang telah membawa nama Indonesia tampil di panggung dunia.
Dalam pernyataannya, Atta menekankan bahwa meski Indonesia harus pulang lebih awal bersama tim-tim kuat seperti Argentina, Maroko, Jepang, dan Qatar, kebanggaan mengenakan seragam Merah Putih tidak pernah tergantikan. Ia optimistis perjalanan ini belum selesai dan menjadi fondasi untuk kembali lebih kuat, lebih matang, dan lebih siap pada kesempatan berikutnya.
Di sisi lain, Atta juga menyampaikan keputusan pribadi untuk sementara pensiun dari peran di “nendang Penalti”. Ia mengungkapkan keinginannya untuk belajar dan memperbaiki diri selama enam bulan ke depan. “Mohon maaf, dan terima kasih atas semua dukungannya,” ujar Atta, seraya mengapresiasi doa dan kepercayaan masyarakat Indonesia.
Menutup pernyataannya, Atta menegaskan semangat pantang menyerah Tim Indonesia. “Merah Putih tidak pernah berhenti berjuang,” tulisnya, menandai tekad untuk bangkit dan kembali mengharumkan nama bangsa di masa mendatang.
Atta Halilintar Bangga Perjuangan Tim Indonesia di World Cup Kings Nation 7s 2026






