Menemukan Kedamaian di Surga Terakhir Raja Ampat

Raja Ampat — Keindahan Raja Ampat kembali hadir lewat sebuah video perjalanan bertajuk “Menemukan Kedamaian di Surga Terakhir” yang mengikuti kisah Alma Maulvi, seorang content creator yang mengalami kejenuhan (burnout) akibat rutinitas pekerjaan di kota besar. Perjalanan ini menjadi ruang refleksi personal tentang pencarian ketenangan sekaligus kesadaran akan pentingnya menjaga alam.
Perjalanan Alma dimulai dari Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat, hingga menyusuri ikon wisata dunia Piaynemo dengan gugusan pulau karst yang memukau. Namun lebih dari sekadar liburan visual, perjalanan ini membawa perubahan batin. “Aku datang ke Raja Ampat untuk healing, tapi justru pulang dengan kesadaran: alam bukan tempat pelarian, melainkan titipan yang harus dijaga,” ujar Alma dalam videonya.
Salah satu momen paling berkesan adalah ketika Alma mengalahkan ketakutannya untuk menyelam. Didampingi instruktur lokal, ia melakukan diving di perairan Pulau Yef Kabu, kawasan konservasi yang terumbu karangnya telah direhabilitasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). “Mengalahkan rasa takut saat diving membuatku sadar, keberanian kecil bisa membuka keindahan yang luar biasa,” tuturnya.
Dalam perjalanan tersebut, Alma juga bertemu Anto dari Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN). Ia menjelaskan peran zonasi konservasi dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, mulai dari terumbu karang, lamun, hingga pari manta, sekaligus mendukung ekonomi pariwisata berkelanjutan.
Perjalanan berlanjut ke Kampung Mutus. Di sana, Alma berdialog dengan Bapak Raymon Dimara, penggiat konservasi mangrove untuk mencegah abrasi pantai. Interaksi dengan anak-anak kampung yang hidup bahagia dalam kesederhanaan membuat Alma tersentuh. “Anak-anak di Kampung Mutus mengajarkanku satu hal sederhana: bahagia tidak selalu tentang memiliki banyak, tapi hidup selaras dengan alam,” ungkapnya.

 

Untuk menonton video Lengkapnya cek tiktok : omomfm / Balikpapan boskuu