BALIKPAPAN — Setiap pekerjaan memiliki cerita dan tantangannya sendiri. Bagi Aziz, perjalanan mencari penghidupan pernah membawanya menjadi seorang penagih kredit kendaraan bermotor atau yang akrab disebut debt collector. Pekerjaan itu membuatnya terbiasa menghadapi berbagai karakter masyarakat, termasuk mereka yang tidak senang ketika didatangi untuk menagih tunggakan.
Kini, Aziz memilih jalan yang berbeda. Setelah mengikuti pelatihan dan sertifikasi satuan pengamanan (satpam) melalui program yang berkaitan dengan Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), ia berhasil melangkah ke dunia kerja baru. Pria asal Balikpapan itu kini bekerja sebagai tenaga keamanan atau security di Hexindo, perusahaan yang bergerak di bidang alat berat.
Perubahan pekerjaan tersebut menjadi babak baru dalam kehidupan Aziz. Dari pekerjaan yang kerap mempertemukannya dengan situasi sulit di lapangan, ia kini menjalani profesi yang memberinya kesempatan menambah pengalaman, memperluas pergaulan, sekaligus membangun masa depan yang lebih baik.
Aziz mengakui, ketika masih bekerja sebagai penagih kredit kendaraan bermotor, dirinya harus siap menghadapi berbagai reaksi masyarakat. Tugas penagihan yang dijalankan berdasarkan arahan perusahaan tidak selalu mendapat sambutan baik dari konsumen.
“Bisa dibilang kita punya banyak musuh, karena banyak warga yang tidak senang dengan kita. Cara menagih terkadang harus keras karena memang ada tuntutan dari kantor supaya konsumen cepat membayar,” kata Aziz saat menceritakan pengalaman pekerjaannya terdahulu.
Menurut Aziz, pekerjaan tersebut memiliki tantangan tersendiri karena ia harus berhadapan langsung dengan masyarakat yang memiliki beragam karakter dan kondisi. Pengalaman itu menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sebelum memutuskan mencoba pekerjaan lain yang membuka peluang untuk mengembangkan diri.
Ia kemudian melihat pelatihan dan sertifikasi tenaga keamanan sebagai kesempatan untuk beralih profesi. Berbekal keinginan mendapatkan pekerjaan dengan lingkungan berbeda, Aziz mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan pada 2025.
Kesempatan tersebut menjadi langkah penting baginya. Aziz menilai, program sertifikasi gratis sangat membantu masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan biaya untuk mengikuti pelatihan secara mandiri.
“Alhamdulillah, pelatihannya gratis. Ini sangat membantu teman-teman di sekitar kita yang ingin mengikuti pelatihan, tetapi mungkin terkendala biaya,” ujar Aziz.
Ia menjelaskan, biaya pelatihan kerap menjadi salah satu kendala bagi pencari kerja yang ingin meningkatkan keterampilan dan memenuhi persyaratan untuk melamar pekerjaan di perusahaan. Dengan adanya program tersebut, masyarakat memiliki kesempatan untuk memperoleh sertifikasi tanpa harus terbebani biaya pelatihan.
Bagi Aziz, manfaat program itu tidak berhenti pada sertifikat yang diperoleh. Sertifikasi tersebut menjadi salah satu bekal ketika dirinya mulai mencari pekerjaan di bidang keamanan.
Setelah menyelesaikan pelatihan, ia mencoba melamar ke sejumlah perusahaan. Namun, perjalanan mendapatkan pekerjaan tidak langsung berjalan mulus. Ia sempat mencoba beberapa peluang kerja, tetapi belum berhasil lolos dalam proses seleksi.
Meski demikian, Aziz tidak menyerah. Ia terus berusaha hingga akhirnya mendapatkan kesempatan bekerja sebagai tenaga keamanan di Hexindo, perusahaan alat berat di Balikpapan.
“Setelah mengikuti sertifikasi, saya sempat mencoba melamar ke perusahaan lain juga. Namun, mungkin belum rezeki saya saat itu,” ucapnya.
Kesempatan bekerja di Hexindo menjadi awal perjalanan baru bagi Aziz. Ia tidak hanya memperoleh pekerjaan, tetapi juga kesempatan untuk belajar mengenai tanggung jawab dan lingkungan kerja di bidang satuan pengamanan.
Sejak menjalani profesi tersebut, Aziz mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru. Ia juga bertemu dengan rekan kerja dari berbagai daerah, sehingga dapat memperluas pergaulan sekaligus belajar dari orang-orang dengan latar belakang berbeda.
“Banyak senangnya. Kita bisa bertemu teman-teman dari berbagai daerah. Banyak pengalaman yang sebelumnya belum kita ketahui, sekarang menjadi tahu setelah bekerja sebagai security,” tutur Aziz.
Menurutnya, pekerjaan sebagai petugas keamanan memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan profesi sebelumnya. Ia dapat mempelajari hal-hal baru sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab seorang tenaga keamanan di lingkungan perusahaan.
Aziz juga menyadari bahwa sertifikasi merupakan bekal penting untuk memasuki dunia kerja, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan perkembangan karier seseorang. Pengalaman, kemampuan menjalankan tugas, serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) perusahaan tetap memiliki peran penting.
Ia menjelaskan, sertifikat kompetensi dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan karier tenaga keamanan. Namun, besaran penghasilan tetap bergantung pada ketentuan perusahaan, pengalaman kerja, dan kualifikasi masing-masing pekerja.
“Kalau sudah memiliki sertifikasi, tentu menjadi bekal. Tetapi pengalaman juga berpengaruh. Walaupun sudah punya sertifikat, kalau pengalaman kerja belum banyak, tetap harus menyesuaikan dengan SOP dan ketentuan perusahaan tempat kita bekerja,” jelasnya.
Karena itu, Aziz berharap kesempatan meningkatkan kompetensi tidak berhenti pada pelatihan tingkat dasar. Ia ingin program serupa terus dilanjutkan, termasuk dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengikuti sertifikasi lanjutan.
Dalam bidang satuan pengamanan, terdapat jenjang pelatihan yang dikenal dengan Gada Pratama, Gada Madya, dan Gada Utama. Menurut Aziz, akses terhadap pelatihan lanjutan akan sangat membantu para pekerja yang ingin meningkatkan kemampuan dan mengembangkan kariernya.
“Harapan saya, program ini bisa terus berlanjut supaya teman-teman yang ingin mengikuti pelatihan bisa lebih terbantu. Kalau memungkinkan, diadakan juga pelatihan lanjutan seperti Gada Madya dan Gada Utama,” ujar Aziz.
Ia berharap kesempatan tersebut dapat diberikan kepada masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi, tetapi memiliki keterbatasan ekonomi. Dengan dukungan program pelatihan, para peserta diharapkan memiliki bekal lebih baik ketika mencari pekerjaan maupun mengembangkan karier di bidang keamanan.
Aziz menilai, program sertifikasi gratis merupakan kesempatan yang patut dimanfaatkan oleh masyarakat. Terlebih, persaingan mencari pekerjaan menuntut calon tenaga kerja untuk terus meningkatkan keterampilan dan memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.
“Program seperti ini sangat membantu, terutama bagi teman-teman yang ingin mengikuti pelatihan tetapi belum memiliki biaya. Semoga ke depannya semakin banyak yang bisa merasakan manfaatnya,” ucapnya.
Bagi Aziz, pengalaman mengikuti program tersebut telah memberikan manfaat nyata. Sertifikasi yang diperolehnya menjadi bekal ketika melamar pekerjaan, sedangkan kesempatan bekerja di Hexindo memberinya ruang untuk menambah pengalaman di bidang keamanan.
Ia pun berharap program pelatihan yang berkaitan dengan KPB dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak calon tenaga kerja. Menurutnya, kesempatan memperoleh sertifikasi dapat membuka jalan bagi masyarakat yang ingin mencoba profesi baru ataupun meningkatkan peluang diterima bekerja di perusahaan.
Perjalanan Aziz memperlihatkan bahwa perubahan profesi tidak selalu dimulai dari langkah besar. Kesempatan mengikuti pelatihan, memperoleh sertifikat, dan mencoba melamar pekerjaan dapat menjadi titik awal bagi seseorang untuk memperbaiki keadaan.
Dari pekerjaan penagihan kredit kendaraan bermotor yang penuh tantangan hingga menjadi petugas keamanan di perusahaan alat berat, Aziz kini menjalani babak baru dalam hidupnya. Ia masih memiliki keinginan untuk belajar dan meningkatkan kompetensi, termasuk mengikuti sertifikasi lanjutan apabila kesempatan tersebut tersedia.
Bagi Aziz, pekerjaan yang dijalaninya sekarang bukanlah akhir dari perjalanan. Masih ada ruang untuk berkembang, menambah pengalaman, dan meningkatkan kemampuan agar dapat memperoleh kesempatan yang lebih baik pada masa mendatang.
“Semoga program ini terus berjalan dan bisa membantu lebih banyak orang mendapatkan sertifikasi. Mudah-mudahan teman-teman yang mengikuti pelatihan juga bisa mendapatkan kesempatan bekerja di perusahaan-perusahaan besar,” pungkas Aziz.
Kisah Aziz menjadi gambaran bahwa kesempatan yang tepat, ketika dimanfaatkan dengan kesungguhan, dapat membuka pintu menuju perubahan. Sertifikasi bukan sekadar dokumen pelengkap, melainkan salah satu bekal untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas peluang kerja. Bagi Aziz, kesempatan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan menata masa depan melalui profesi yang baru.(Oky)






