BALIKPAPAN – Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Yudhi, menyampaikan capaian kinerja perusahaan dalam menghadapi tantangan krisis air dan perubahan iklim, Selasa (3/3/2026).
Ia menjelaskan, saat hampir seluruh wilayah Indonesia mengalami kekurangan air akibat perubahan iklim dan fenomena El Nino, Kota Balikpapan turut terdampak. Produksi air sempat menurun sebelum akhirnya kembali normal dan mampu beroperasi hingga 100 persen.
“Semester kedua 2024 dan memasuki 2025 kondisi mulai membaik. Kami fokus memperbaiki seluruh layanan agar produksi bisa kembali optimal,” ujar Yudhi.
Berdasarkan audit terakhir tahun 2025, PTMB berhasil mempertahankan status perusahaan dalam kondisi sehat. Badan usaha milik daerah tersebut juga tetap mencatatkan keuntungan serta memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemerintah Kota Balikpapan.
Sepanjang 2025, PTMB melakukan sejumlah pembenahan, termasuk perbaikan BIPA (Booster Instalasi Pengolahan Air), penanganan kebocoran, serta peningkatan jaringan distribusi. Selain itu, terdapat penambahan sumber air baku melalui revitalisasi sumber yang ada serta bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Beberapa proyek BIPA yang telah rampung antara lain di Grand City, Agung Tunggal , MT Haryono, hingga Kilometer 11. Perbaikan tersebut berdampak pada peningkatan produksi air yang mencapai 46,6 juta meter kubik pada 2025, naik sekitar 4,3 juta meter kubik dibandingkan tahun 2024.
Meski target sambungan baru sebanyak 5.000–6.000 pelanggan pada 2025 hanya terealisasi sekitar 4.000 sambungan, hal itu disebabkan fokus perusahaan pada pembenahan jaringan.
Memasuki 2026, PTMB menargetkan akselerasi dan efisiensi produksi serta distribusi air. Dengan cakupan layanan stabil di angka 79 persen dan produksi yang meningkat, PTMB memproyeksikan penambahan sekitar 12.000 sambungan rumah baru di wilayah dengan debit air yang telah memadai.






