Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Lokal di Karang Joang

 

Balikpapan, 5 Februari 2026 — PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Integrated Terminal (IT) Balikpapan melaksanakan panen perdana budidaya ikan papuyuh melalui program _Corporate Social Responsibility_ (CSR) KAWAN PATRA (Kawasan Taman Edukasi dan Pertanian Terintegrasi) bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Daun Sop Ceria di Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Rabu (4/2).

Program KAWAN PATRA hadir sebagai respons atas tantangan sektor pertanian lokal yang dihadapkan pada kondisi iklim tidak menentu serta keterbatasan sumber air. Melalui pendekatan pertanian dan perikanan terintegrasi, masyarakat didorong untuk mengelola sumber daya lokal secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Kegiatan panen dilaksanakan di demplot pertanian KAWAN PATRA KM 21 Karang Joang dan melibatkan 16 petani perempuan KWT Daun Sop Ceria serta tiga pemuda pembudidaya ikan. Program ini juga mendapat pendampingan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Karang Joang serta dihadiri oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan.

Dalam program ini, sebanyak 3.000 bibit ikan papuyuh dibudidayakan sejak Juli 2025. Pada panen perdana, dari 1.000 bibit berhasil dipanen sekitar 30 kilogram ikan papuyuh. Selain perikanan, KAWAN PATRA juga mengembangkan komoditas hortikultura berupa 200 pohon buah naga, dengan hasil panen mencapai 300 kilogram. Budidaya ikan papuyuh ini sekaligus menjadi yang pertama di Kota Balikpapan.

Anggota KWT Daun Sop Ceria, Sanati, menyampaikan bahwa kehadiran program CSR Pertamina memberikan perubahan yang signifikan bagi kelompoknya, khususnya dalam peningkatan hasil pertanian dan ketersediaan pangan.
“Sejak adanya program CSR dari Pertamina, kami merasakan perubahan yang sangat besar. Dulu hasil tanam sayur tidak menentu, sekarang kami bisa panen rutin, bahkan buah-buahan juga sudah berlimpah. Setiap panen hasilnya terus meningkat dan sangat membantu perekonomian kami, terutama ibu-ibu KWT,” ujar Sanati.

Di tempat terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan bahwa KAWAN PATRA merupakan wujud komitmen Pertamina dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat berbasis potensi lokal.
“Program KAWAN PATRA dirancang untuk menjawab tantangan pertanian dan perikanan masyarakat melalui pemanfaatan komoditas unggulan lokal, seperti ikan papuyuh yang merupakan ikan endemik Kalimantan dengan nilai ekonomi tinggi, serta buah naga yang relatif tahan terhadap perubahan cuaca,” jelas Edi.

Ia menambahkan bahwa program ini dikembangkan dengan dukungan inovasi teknologi dan pendampingan berkelanjutan.
“Budidaya ini memanfaatkan inovasi teknologi hasil kolaborasi dengan Pertamina IT Balikpapan, efisiensi penggunaan air, serta pendampingan teknis secara berkelanjutan. Harapannya, masyarakat mampu mandiri secara ekonomi dan menjaga keberlanjutan pangan lokal,” tutup Edi.

Melalui program KAWAN PATRA, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjalankan operasional energi, tetapi juga menghadirkan program CSR yang berdampak nyata, berkelanjutan, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.

 

Related posts