Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan, Berkolaborasi dengan RSPB Gelar Operasi Celah Bibir Gratis

Balikpapan  – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balikpapan turut mendukung kegiatan bakti sosial berupa operasi celah bibir dan lelangit bagi masyarakat, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-39 Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Wilayah Kalimantan Timur serta Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia (PABMI). Kegiatan digelar di Auditorium RSPB.

Ditempat terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR PT PPN Kilang Balikpapan, Dodi Yapsenang menyampaikan bahwa kegiatan sosial operasi celah bibir dan lelangit gratis ini merupakan wujud nyata komitmen Pertamina Group dalam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.

“Melalui kolaborasi bersama Rumah Sakit Pertamina Balikpapan, kami berharap program ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup para pasien dan keluarga, sekaligus menghadirkan senyum serta harapan baru bagi anak-anak Indonesia. Ini adalah bagian dari semangat Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan untuk terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat.” kata Dodi.

Direktur Rumah Sakit Pertamina Balikpapan, Muhammad Ahsan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak.

“Alhamdulillah kita dapat melaksanakan kegiatan operasi celah bibir dan langit-langit ini. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan harapan baru bagi para pasien, terutama anak-anak, agar ke depannya mereka dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik dan percaya diri,” ujar Ahsan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari para pemangku kepentingan, dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada para penerima manfaat. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan melakukan kunjungan langsung ke ruang operasi celah bibir. Sebanyak 15 pasien dari Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan wilayah lainnya mendapatkan manfaat dari program ini.

Kegiatan bakti sosial operasi celah bibir dan lelangit merupakan program kemanusiaan yang bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu yang menderita kelainan bawaan berupa celah bibir (cleft lip) atau celah langit-langit (cleft palat). Kondisi ini tidak hanya berdampak pada penampilan fisik, tetapi juga memengaruhi fungsi makan, berbicara, serta kondisi psikologis penderitanya.

Ketua PDGI Wilayah Kalimantan Timur, Muhammad Husdiari turut mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan berbagai pihak, khususnya Pertamina Group.

“Kami sangat bangga dapat berkolaborasi dalam kegiatan ini. Dengan jumlah tenaga medis yang cukup banyak di Kalimantan Timur, kami berharap dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kasus celah bibir masih cukup tinggi, sehingga kegiatan ini menjadi salah satu upaya penting dalam membantu anak-anak yang membutuhkan, tidak hanya dari sisi fisik tetapi juga psikologis,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berupaya memberikan layanan operasi secara gratis dengan melibatkan tenaga medis profesional yang terdiri dari dokter spesialis bedah mulut dan maksilofasial, dokter anestesi, perawat, serta tim medis pendukung lainnya. Selain tindakan operasi, kegiatan ini juga rnencakup proses skrining pasien, pemeriksaan kesehatan awal, edukasi kepada orang tua pasien, hingga perawatan pasca operasi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Persatuan Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial Indonesia yang diwakili oleh Syarifah Nova Amiza Zam menekankan pentingnya keberlanjutan program serupa, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedalaman.

“Kondisi celah bibir dan langit-langit masih menjadi persoalan yang memprihatinkan, terutama di daerah terpencil. Oleh karena itu, kami berharap kegiatan kolaboratif seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun untuk memberikan semangat dan harapan baru bagi para pasien,” ungkapnya.

Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial serta kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang mengalami celah bibir dan lelangit. Dengan adanya tindakan operasi, diharapkan pasien dapat memiliki fungsi normal dalam berbicara dan makan, serta meningkatkan rasa percaya diri dalam kehidupan sehari­hari.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini.

“Kegiatan ini memiliki nilai kemanusiaan yang sangat tinggi. Kolaborasi berbagai pihak dalam membantu masyarakat patut diapresiasi, dan kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin menyampaikan bahwa angka kejadian celah bibir masih cukup signifikan.

“Dari sekitar 67.000 lebih kelahiran setiap tahun di Provinsi Kalimantan Timur, terdapat kurang lebih 150 kasus celah bibir. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting. Selain itu, kami juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan selama kehamilan, termasuk menghindari rokok, guna meminimalkan risiko pada janin,” tutup Jaya.

Related posts