Waduk Menyusut, Produksi Air Bersih Balikpapan Turun Drastis, PTMB Kerahkan 18 Mobil Tangki

 

BALIKPAPAN — Menyusutnya cadangan air baku mulai berdampak signifikan terhadap pelayanan air bersih di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Menghadapi kondisi tersebut, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mengerahkan 18 armada mobil tangki untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga, terutama pelanggan yang mengalami gangguan distribusi.

Berdasarkan informasi PTMB per 20 Oktober 2026, penurunan muka air waduk yang menjadi sumber air baku dilaporkan mencapai sekitar 46 sentimeter. Kondisi cuaca kering, berkurangnya curah hujan, serta tingginya penguapan turut memengaruhi ketersediaan air untuk diolah dan didistribusikan kepada masyarakat.

Dampaknya cukup besar. Kapasitas produksi air bersih PTMB yang sebelumnya mencapai 1.150 liter per detik kini turun menjadi 900 liter per detik. Bahkan, kapasitas produksi untuk pelayanan wilayah Balikpapan Timur merosot tajam dari 220 liter per detik menjadi hanya 60 liter per detik.

Penurunan tersebut menjadi tantangan serius bagi PTMB dalam menjaga kontinuitas pelayanan, sementara kebutuhan air bersih masyarakat terus berjalan setiap hari.

18 Mobil Tangki Dikerahkan, 7,295 Juta Liter Air Telah Disalurkan

Untuk membantu warga menghadapi keterbatasan pasokan, PTMB mengoptimalkan distribusi air melalui 18 armada mobil tangki. Perusahaan juga menyiapkan empat titik terminal guna mendukung kelancaran pengisian dan penyaluran air, yakni Posko Utama di Jalan MT Haryono, IPA ZAMP Korpri, Sumur Kampung Baru, dan IPA KM 12.

Direktur Layanan PTMB, Ir. Ali Rachman AS, S.T., M.T., menjelaskan bahwa layanan mobil tangki menjadi salah satu langkah alternatif untuk membantu pelanggan yang kesulitan mendapatkan air bersih melalui jaringan perpipaan.

Setiap armada memiliki kapasitas 5.000 liter dengan skema subsidi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Hingga saat ini, total air yang disalurkan melalui layanan subsidi air tangki tercatat mencapai 7.295.000 liter atau 7.295 meter kubik,” kata dia

 

“Volume tersebut setara dengan sekitar 1.459 kali pengantaran menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter dengan muatan penuh,”tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan rekapitulasi periode 26 September hingga 8 Oktober 2026, tercatat 833 pengantaran oleh armada PTMB. Tambahan 32 pengantaran melalui dukungan dinas dan armada Hankam membuat total pengantaran pada periode tersebut mencapai 865 kali.

“Besarnya permintaan bantuan membuat distribusi harus dilakukan secara bergiliran,” ujarnya.

 

Warga mungkin perlu menunggu karena waktu pelayanan bergantung pada jumlah permohonan, ketersediaan air, kapasitas armada, serta proses pengisian dan pengantaran ke lokasi pelanggan.

El Niño Jadi Perhatian, Pengelolaan Air Dioptimalkan

Direktur Teknik PTMB, M. Kohirudin, S.T., menjelaskan bahwa penyusutan sumber air baku menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kapasitas produksi. Fenomena El Niño juga dapat berkontribusi terhadap kondisi yang lebih kering dan berkurangnya curah hujan.

“Ketika hujan berkurang sementara penguapan terus berlangsung, cadangan air waduk berpotensi semakin menurun. Situasi tersebut menuntut pengelolaan sumber air baku secara cermat agar persediaan yang ada dapat dimanfaatkan seefisien mungkin,”jelasnya.

PTMB terus berupaya mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, menyesuaikan pengelolaan air baku, serta mengatur distribusi untuk membantu memenuhi kebutuhan pelanggan di tengah keterbatasan produksi.

Direktur Utama Minta Warga Hemat Air

Direktur Utama PTMB, Dr. Yudhi Saharuddin, M.M., menyampaikan bahwa pihaknya memahami kesulitan yang dirasakan masyarakat akibat keterbatasan air bersih.

PTMB berharap kondisi sumber air baku dapat segera membaik sehingga pelayanan air bersih kembali berjalan optimal. Sambil menunggu pemulihan, perusahaan terus mengupayakan pengelolaan sumber daya air dan mengoptimalkan layanan mobil tangki bagi pelanggan yang membutuhkan.

Ia juga mengajak masyarakat Balikpapan untuk ikut menjaga ketersediaan air melalui kebiasaan sederhana, seperti menggunakan air sesuai kebutuhan, menghindari pemborosan, segera memperbaiki kebocoran instalasi, serta menampung air secukupnya untuk kebutuhan penting.

“Partisipasi masyarakat dinilai penting karena upaya menghadapi keterbatasan air baku tidak hanya bergantung pada pengelolaan sumber air dan operasional perusahaan, tetapi juga pada perilaku penggunaan air sehari-hari,” tuturnya.

Ini Saluran Resmi Permohonan Bantuan Air Tangki

Bagi pelanggan yang membutuhkan informasi atau ingin mengajukan permohonan bantuan air tangki, PTMB menyediakan sejumlah saluran resmi berikut:

  • WhatsApp: 0816-200-110
  • Telepon: (0542) 878-991 atau (0542) 878-992
  • Instagram pengaduan: @ptmb_commandcenter

Masyarakat diimbau menyampaikan permohonan dan pengaduan melalui saluran tersebut agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

Di tengah menurunnya ketersediaan air baku, PTMB mengharapkan warga tetap tenang, bersabar mengikuti antrean layanan, serta memantau informasi resmi perusahaan.Sinergi antara optimalisasi operasional, distribusi bantuan air, dan kebiasaan hemat air diharapkan dapat membantu masyarakat melewati kondisi sulit ini hingga ketersediaan air baku dan pelayanan air bersih di Balikpapan berangsur pulih.(Adv)

Related posts