Balikpapan – Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Pertamina Refinery Unit (RU) V menyelenggarakan Lomba Elemen CLSR (Corporate Life Saving Rules). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat implementasi budaya keselamatan kerja. Lomba dilaksanakan di dua tempat yaitu area Kilang High Vacum Unit (HVU) dan Hydrocracking Unit (HCU).
Manager Human Capital Pertamina RU V, Nugrahani Indra Suwarto menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan lomba. Menurut Indra, kegiatan dinilai mampu memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya peran setiap individu dalam menjaga keselamatan kerja.
“Terima kasih sudah mengingatkan dari elemen-elemen CLSR, yang perlu diperhatikan memang peran dari semua anggotanya. Ini melihat secara real setelah sebelum-sebelumnya hanya berupa video, dimana sangat kreatif dapat membuat alat peraga untuk tiap Elemen CLSR,” ujar Indra.
Pelaksanaan lomba Elemen CLSR ini memiliki nilai strategis karena berlangsung pada saat kilang sedang memasuki masa pemeliharaan rutin. Saat pemeliharaan rutin, intensitas pekerjaan meningkat dan melibatkan berbagai aktivitas berisiko tinggi. Kegiatan ini disaksikan langsung oleh kontraktor, perwira, serta jajaran tim manajemen sehingga pesan keselamatan kerja dapat tersampaikan secara luas.
Lomba CLSR menjadi pengingat bersama akan pentingnya kepatuhan terhadap aturan keselamatan di tengah dinamika pekerjaan selama pemeliharaan rutin. Kegiatan ini juga berfungsi untuk meningkatkan kesadaran seluruh pekerja dan mitra kerja terhadap pentingnya penerapan aturan keselamatan secara konsisten di lingkungan operasional kilang.
Indra menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan pembelajaran penting, khususnya terkait kedisiplinan dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di area kerja.
“Terkadang banyak yang melakukan aktivitas pekerjaan di area yang wajib APD seperti sarung tangan, masker, dan ear plug tetapi berpikiran menggunakannya nanti, menggunakan ear plug nanti ketika sudah merasa tidak nyaman. Semua APD yang tidak kita gunakan berpengaruh tidak sekarang, mungkin berpengaruh nanti setahun atau dua tahun kemudian. Ini sangat penting untuk kita semua saling menjaga, saling peduli akan keselamatan dalam bekerja,” tambah Indra.
Rangkaian kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta di lokasi campaign yang telah ditentukan, dilanjutkan dengan pembukaan acara yang dipandu oleh MC. Selanjutnya dilakukan pengundian nomor urut penampilan tim sebagai penanda dimulainya lomba Elemen CLSR di masing-masing area, baik di HCU maupun HVU.
Setiap tim peserta diberikan waktu persiapan selama tiga menit, termasuk yel-yel, serta waktu penampilan selama lima menit untuk menampilkan pemahaman dan implementasi masing-masing Elemen CLSR. Dalam lomba ini, para peserta menampilkan berbagai bentuk simulasi dan alat peraga yang menggambarkan penerapan CLSR di area kerja.
Area pemeliharaan rutin menjadi fokus utama, yaitu kilang HVU dan HCU yang memiliki tingkat risiko tinggi. Kreativitas, ketepatan pesan, serta kesesuaian dengan kondisi lapangan menjadi poin penilaian utama. Hal ini dilakukan mengingat situasi pemeliharaan rutin menuntut kewaspadaan dan disiplin keselamatan yang lebih tinggi.
Setelah seluruh peserta menyelesaikan penampilannya, seluruh tim berkumpul untuk mengikuti rangkaian penutupan kegiatan. Dalam penutupan dilakukan pengumuman pemenang lomba yang meliputi Juara 1 bagian Oil Movement, juara 2 Environment, dan juara 3 bagian HCC. Untuk kategori Best Property jatuh pada bagian Supporting.
Melalui pelaksanaan Lomba Elemen CLSR yang berlangsung di tengah masa pemeliharaan rutin ini, nilai-nilai keselamatan kerja semakin terinternalisasi. Keselamatan menjadi budaya bersama, baik bagi pekerja internal maupun kontraktor. Kegiatan ini menegaskan bahwa keselamatan kerja bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan komitmen kolektif seluruh elemen yang terlibat dalam operasional kilang.
Sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap penerapan K3, Pertamina RU V terus menginisiasi program-program edukatif dan partisipatif dalam rangka mendukung penguatan budaya K3 secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan prinsip Operational Excellence serta upaya perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, andal, dan berkelanjutan.






