Kilang Pertamina Balikpapan Berhasil Penuhi Kebutuhan Energi Indonesia Pada Bulan Mei dan Juni

Kilang Pertamina Balikpapan Berhasil Penuhi Kebutuhan Energi Indonesia Pada Bulan Mei dan Juni

 

Terjadi Krisis Minyak di Selat Hormuz untuk kebutuhan Indonesia Pada Bulan Mie-Juni 2026

 

BALIKPAPAN – Pengembangan fasilitas pengolahan di lingkungan PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) terus menunjukkan perkembangan. Sejumlah produk hasil pengolahan telah memenuhi spesifikasi, sementara proses commissioning dan start-up unit baru terus dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional sebelum kapasitas produksi ditingkatkan.

 

VP Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, mengungkapkan bahwa produksi LPG 3KG telah memberikan kontribusi dalam mendukung kebutuhan energi Indonesia, khususnya pada periode Mei–Juni lalu. Capaian ini menjadi salah satu perkembangan penting dalam pengoperasian fasilitas pengolahan yang tengah dikembangkan.

 

“Ini yang sudah saya sampaikan, membantu Indonesia di bulan Mei–Juni kemarin,” ujar Asep saat menjelaskan perkembangan produksi LPG 3Kg.

 

Menurutnya, tahapan pengembangan kilang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memastikan kualitas produk memenuhi standar yang ditetapkan. Sejumlah produk, termasuk nafta (fraksi minyak bumi) dan minyak hasil pengolahan, disebut telah mencapai kondisi on spec atau sesuai spesifikasi.

 

 

Asep menjelaskan, pada Maret lalu, proses pemasukan hidrokarbon ke unit pengolahan residu telah mulai dilakukan. Tahapan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengujian operasional untuk memastikan proses pengolahan dapat berjalan sesuai target.

 

Dalam waktu dekat, PT KPB juga berencana kembali memasukkan residu ke unit RFCC sebagai bagian dari kelanjutan pengujian dan pengoperasian fasilitas.

 

Unit Baru Tidak Bisa Langsung Beroperasi Maksimal. Di balik perkembangan tersebut, pengoperasian unit baru masih membutuhkan proses penyesuaian. Asep menegaskan bahwa commissioning dan start-up harus dilakukan secara bertahap agar seluruh peralatan dapat dipastikan berfungsi dengan baik.

 

“Namanya juga unit baru, bukan kayak kita beli mobil. Kita tidak bisa langsung gas pol. Kita harus memastikan dulu semuanya benar-benar berfungsi dengan baik, baru bisa kita tingkatkan operasinya,” katanya saat di wawancarai pada Selasa (11/8/2026).

 

Ia mengibaratkan pengoperasian fasilitas kilang seperti mencoba kendaraan baru. Meskipun kendaraan dapat melaju dengan kecepatan tinggi, pengguna tetap perlu memahami karakteristik dan memastikan seluruh sistem bekerja secara optimal.

 

Prinsip serupa diterapkan pada unit pengolahan. Setiap peralatan harus melewati pemeriksaan dan pengujian, termasuk penanganan apabila ditemukan kendala teknis selama proses berlangsung.

 

“Memang masih ada penyesuaian, kemarin kita perbaiki dulu. Jadi, bukan berarti unitnya tidak bagus, tetapi memang ada tahapan yang harus kita lalui,” ungkap Asep.

 

Menurutnya, pengujian berulang merupakan bagian penting dari proses memastikan kesiapan fasilitas. Karena itu, perusahaan tidak ingin terburu-buru meningkatkan kapasitas sebelum seluruh aspek teknis dan keselamatan terpenuhi.

 

Ia juga menyebut unit tersebut pernah diuji hingga mencapai angka sekitar 360 ribu dalam konteks percobaan. Namun, pengujian tersebut belum dapat dijadikan gambaran operasi berkelanjutan karena kesiapan sistem tetap menjadi pertimbangan utama.

 

“Kita pernah mencoba, tetapi hanya sebentar. Kita tidak berani langsung menjalankan pada kapasitas tinggi karena semuanya harus dipastikan benar-benar siap,” ujarnya.

 

 

Pengembangan fasilitas PT KPB tidak hanya bertumpu pada satu unit pengolahan. Sistem yang terintegrasi menuntut kesiapan berbagai peralatan dan proses agar keseluruhan rangkaian dapat beroperasi secara selaras.

 

Kompleksitas fasilitas tersebut terlihat dari struktur peralatan yang menjulang hingga belasan lantai. Kondisi ini menunjukkan pentingnya ketelitian dalam pengawasan, pemeriksaan, serta pengendalian proses selama tahap pengoperasian.

 

Bagi PT KPB, keberhasilan menghasilkan produk sesuai spesifikasi merupakan pencapaian penting. Namun, hasil tersebut harus diikuti dengan kesiapan fasilitas untuk beroperasi secara aman, stabil, dan konsisten.

 

Asep pun meminta dukungan agar tahapan pengoperasian dapat berjalan lancar hingga unit benar-benar siap digunakan secara optimal.

 

“Tinggal minta doanya teman-teman. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” tuturnya.

 

Melalui proses commissioning yang berkelanjutan, PT KPB berupaya memastikan fasilitas baru dapat mendukung pengolahan energi nasional. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju operasi kilang yang andal, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kualitas produk.(Oky)

Related posts